Sumenep | forumkota.com 21 Juli 2025 – Gelombang protes besar diperkirakan akan mengguncang Kantor Pusat PT. Garam di Kalianget, Kabupaten Sumenep, Senin pagi. Sekitar 500 warga yang tergabung dalam Yayasan Tanah Leluhur (YTL) akan menggelar aksi demonstrasi damai untuk menuntut transparansi dan dialog terbuka terkait konflik lahan yang dinilai telah lama mengakar antara warga dan perusahaan BUMN tersebut.
Dalam surat resmi pemberitahuan aksi, Koordinator YTL, Moh. Nasir R, menegaskan bahwa massa akan hadir lengkap dengan poster, banner, bendera, ban bekas, sound system, loudspeaker, dan mobil komando sebagai simbol kekecewaan terhadap sikap manajemen PT. Garam yang dinilai tertutup dan enggan turun langsung menemui warga.
“Direktur PT. Garam, GM Legal, dan Manajer Aset PT. Garam (tidak diwakilkan) harus menemui kami dan berdialog secara langsung dengan masyarakat yang tergabung dalam Yayasan Tanah Leluhur (YTL), agar mengetahui keadaan sebenarnya di lapangan,” tegas Nasir.
Aksi akan dimulai pukul 09.00 WIB dan dipusatkan di halaman Kantor Pusat PT. Garam, Kecamatan Kalianget, wilayah pesisir timur Kabupaten Sumenep.
TUNTUTAN AKSI YTL:
1. Hentikan adu domba antar warga yang selama ini justru memperuncing konflik di lapangan.
2. Kosongkan lahan di lokasi 106 dan 107 yang tidak memiliki kontrak sah dengan PT. Garam.
3. Berhentikan GM Legal dan Manajemen Aset PT. Garam yang dinilai sering bolos kerja, tidak profesional, serta tidak responsif terhadap berbagai persoalan warga.
Aksi ini juga disertai langkah formal: surat tembusan telah dikirimkan ke berbagai pejabat tinggi negara, di antaranya:
Presiden Republik Indonesia
Ketua Komisi VI DPR RI
Menteri BUMN
Gubernur Jawa Timur
Bupati Sumenep
Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep
Menurut warga, konflik lahan ini bukan hanya menghambat kesejahteraan, tetapi juga memperlihatkan ketimpangan antara pengelolaan aset negara dan hak rakyat kecil yang sejak lama tinggal dan mengelola lahan tersebut.
Dengan aksi ini, masyarakat berharap PT. Garam tidak lagi bersikap pasif dan mau mendengarkan suara rakyat secara langsung, demi keadilan dan keutuhan sosial di wilayah Kalianget.











