SUMENEP | Forumkota.com – Perayaan Semarak Kemerdekaan yang dipadukan dengan HUT ke-1 Goeboek Literasi Indonesia (GLI) di Pendopo Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, pada Minggu (24/8/2025) berlangsung meriah sekaligus penuh makna. Acara ini tidak hanya menjadi momentum peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ajang refleksi bersama tentang pentingnya peran literasi dalam membangkitkan semangat generasi muda.

Dengan mengusung tema “Pemuda Bangkit untuk Peradaban yang Lebih Baik”, kegiatan tersebut menghadirkan beragam elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, aktivis literasi, pengasuh pesantren, hingga perwakilan komunitas yang konsisten mendorong gerakan membaca dan menulis sebagai bagian dari budaya bangsa.
Salah satu tokoh yang hadir adalah K.H. Affan Adim, pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah. Dalam orasi kebangsaannya, ia menegaskan peran penting generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kemerdekaan melalui penguatan literasi.
“Bangsa yang maju bukan hanya bangsa yang kuat secara ekonomi, tetapi juga bangsa yang kokoh tradisi literasinya. Pemuda harus menjadi motor penggerak perubahan lewat ilmu pengetahuan,” tegasnya.
Acara yang berlangsung meriah ini tidak hanya menampilkan orasi kebangsaan, tetapi juga diskusi interaktif, hiburan musik, serta pembacaan puisi bertema kemerdekaan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir rangkaian kegiatan.
Perayaan ulang tahun pertama GLI ini menjadi momentum refleksi dan penguatan gerakan literasi. Panitia menegaskan, keberadaan GLI merupakan langkah awal dalam menumbuhkan budaya membaca dan menulis di kalangan generasi muda.
“Merdeka tidak cukup hanya dirayakan dengan upacara dan lomba. Kemerdekaan sejati adalah ketika pemuda melek literasi, kritis, dan mampu memberi solusi bagi masalah bangsa,” ujar salah satu perwakilan panitia.
CEO Goeboek Literasi, Widadi, juga menekankan bahwa literasi harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar aktivitas individu.
“Kami percaya literasi adalah jantung peradaban. Misi kami ke depan adalah menghadirkan ruang belajar yang inklusif, agar setiap pemuda memiliki akses ilmu pengetahuan dan kesempatan untuk berkontribusi membangun bangsa,” ungkapnya.
Dengan kegiatan ini, lanjut dia, GLI memiliki komitmen untuk terus bergerak di bidang literasi dan pendidikan masyarakat.
“Harapannya, budaya literasi tidak hanya menjadi hobi, tetapi menjelma sebagai gerakan sosial yang mengakar demi peradaban Indonesia yang lebih maju,” pungkasnya.***











