Sumenep | www.forumkota.com – Mantan Kepala Desa (Kades) Cangkreng, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sunenep, berinisial AZ resmi dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Rabu, 03 November 2021.
Eks Kades Cangkreng tersebut dilaporkan atas dugaan penyelewengan keuangan desa dalam hal ini Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (DD/ADD) mulai tahun 2017 sampai tahun 2019.
Diketahui eks Kades Cangkreng tersebut dilaporkan oleh Lembaga Bantuan Hukum Forum Rakyat Pembela Keadilan dan Orang-Orang Tertindas (LBH – FORpKOT) Sumenep.
Menurut ketua LBH – FORpKOT Sumenep, Herman Wahyudi. SH., mengatakan bahwa, kegiatan pembangunan yang bersumber dari DD dan ADD dari tahun 2017 sampai tahun 2019 di Desa Cangkreng diduga banyak yang fiktif dan juga dibangun di atas lahan/tanah yang tidak jelas.
“Jadi hasil investigasi dari tim kami di lapangan, kegiatan pembangunan yang bersumber dari DD tahun 2017 sampai 2019 yang lalu ditemukan kegiatan yang fiktif dan juga bermasalah,” kata Herman Wahyudi. SH., kepada media forumkota.com, Rabu (03-11-2021), di Kantin Polda Jatim.
Bahkan, kata Herman panggilan karibnya, ada pembangunan yang dibangun pada tahun 2017, saat ini wujud fisik dari pembangunan tersebut telah musnah dan berubah menjadi pembangunan lain yang dibangun pada tahun 2019, yang diketahui juga bersumber dari dana yang sama (DD).
“Dan sampai saat ini, lahan atau tanah yang digunakan untuk pembangunan Pasar Desa yang saat ini telah berubah menjadi Gedung Olahraga itu status tanahnya masih milik perorangan. Dan hal ini sudah tidak sesuai dengan Permendagri No. 114 tahun 2014 tentang pedoman pembangunan desa,” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjut pengacara muda peradi itu, kami berharap kepada Kapolda Jatim melalui Ditreskrimsus Polda Jatim untuk secepatnya memproses pengaduan/laporan dugaan tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh eks Kades Cangkreng.
“Karena hasil analisa kami, dari tahun 2017-2019, eks Kades Cangkreng tersebut diduga telah menyebabkan kerugian keuangan desa hingga mencapai 1 miliard 800 juta lebih,” tukasnya. @Ndar/Bas)











