Artikel

AKTIVIS DI MATA MASYARAKAT

113
AKTIVIS DI MATA MASYARAKAT
Khoirun Nisa', Mahasiswi IAIN Madura

SUMENEP | Forumkota.com – ​Mahasiswa dan aktivis adalah dua kata yang tidak bisa dipisahkan. Seperti yang sudah banyak kita ketahui mahasiswa secara umum terbagi menjadi dua yaitu mahasiswa akademik dan mahasiswa aktivis. Namun yang akan kita bahas kali ini mahasiswa aktivis.

Apa itu aktivis?

Dalam KBBI arti kata aktivis adalah orang (terutama anggota organisasi politik, sosial, buruh, petani, pemuda, mahasiswa, wanita) yang bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dalam organisasinya.

Bahkan istilah aktivis bukanlah kata yang asing dalam kehidupan masyarakat. Secara umum masyarakat menilai mahasiswa aktivis adalah mahasiswa yang memiliki simpatisan dan rela terjun kesituasi bahaya bahkan mengancam nyanwanya sekalipun.

Para aktivis dikenal sebagai orang yang mau memperjuangkan kebenaran, keadilan dan kepentingan rakyat. Namun bukan hanya itu seorang aktivis juga harus memiliki mental baja dan pemikiran yang kritis.

​Begitu banyak pengorbanan dan peran aktivis untuk kesejahteraan masyarakat. Namun seperti apa sebenarnya aktivis di mata masyarakat?

Bukan tidak banyak sebagian golongan masyarakat yang malah memandang sebelah mata kepada para aktivis. Seperti yang kita ketahui aktivis adalah mahasiswa yang peduli akan keadilan masyarakat umum mereka bukan hanya berfokus pada kegiatan kampus saja. Namun, sebagai mahasiswa seringkali banyak aktivis yang melupakan fitrah sebagai mahasiswa itu sendiri yakni kewajiban mereka di dalam kampus juga tidak boleh mereka lupakan, itulah kenapa banyak bagian dari masyarakat khususnya orang tua mahasiswa yang akhirnya menjugde aktivis adalah gelar yang mereka hindari disandang oleh anak mereka.

Karena bukan tidak banyak dan bahkan sudah lumrah seorang aktivis akan lebih kekal menjadi seorang mahasiswa dibandingkan dengan mereka yang tidak bergelar aktivis.

​Alasan lain masyarakat salah mengartikan kata aktivis erat kaitannya dengan keberadaan aktivis abal-abal. Semakin banyaknya mahasiswa aktivis yang dikenal dan disanjung oleh golongan masyarakat karna pengorbanannya dalam menegakkan keadilan.

Semakin banyak pula mahasiswa yang memanfaatkan gelar tersebut banyak sebagian dari mereka hanya ingin gaya-gayaan dan tidak benar-benar memiliki nurani untuk meperjuangkan keadilan dan hak-hak rakyat, sehingga akan merusak citra aktivis yang benar-benar berjuang untuk kepentingan rakyat dan rela mengorbankan waktu, pikiran dan materi.

Yang perlu kita garis bawahi aktivis adalah seseorang yang memiliki ideologi dan bergabung dalam sebuah organisasi serta dia mempunyai kemampuan untuk menggerakkan anggotanya melakukan kegiatan untuk kepentingan masyarakat.

Pengorbanan aktivis bisa dikatakan sebuah jihad. Jadi sebagai mahasiswa jangan pernah kita kotori pekerjaan yang mulia ini dengan kepentingan subjektif individual.

Yang masyarakat harapkan dari seorang aktivis adalah seseorang yang mempunyai idealisme dalam rangka untuk membuat masyarakat itu lebih baik. Jangan rusak harapan mulia mereka dan juga citra dari seorang aktivis.

Serta kita hormati pengorbanan beberapa aktivis yang rela berjuang keras sampai mengorbankan nyawanya seperti Munir, Marsinah dan sederet nama lainnya yang gugur hanya karna bersuara lantang dalam menegakkan keadilan untuk kita semua.

Exit mobile version